Senin, 19 Januari 2015

Ringan Diucap Berat di Neraca



Ringan diucap berat di neraca

Sabda Nabi S.A.W yang bermaksud: “Dua kalimah yang ringan di lidah,
berat di atas neraca timbangan dan disukai oleh Tuhan Yang Maha Pengasih ialah: SubhanAllahi wa bihamdih, SubhanAllahil-`Azim“ (Hadith Riwayat Bukhari & Muslim) Maknanya:
1.SubhanAllahi wa bihamdih = Maha Suci ALLAH dan Segala Pujian BagiNYA
2.SubhanAllahil-`Azim = Maha Suci ALLAH Yang Maha Agung


Muslimin muslimat sekalian, Ambillah peluang setiap masa yang terluang untuk kita mengingati ALLAH. Di dalam hadith di atas, Nabi S.A.W. telah menyatakan akan kelebihan kalimah zikir ‘SubhanAllahi wa bihamdih, SubhanAllahil-`Azim’ yang tidak sepatutnya kita abaikan.

         Kalimah ini sangat mudah untuk disebut, tetapi subhanallah ganjaran pahalanya besar, malah disukai oleh ALLAH Ar-Rahman.
Justru, janganlah kita membiarkan masa yang berlalu tanpa kita mengamalkannya. Seperti sedang berjalan, sedang menunggu, sedang berehat, sedang memandu atau kegiatan apapun, janganlah kita biarkan masa berlalu pergi tanpa diisi dengan dzikrullah. Apalah lagi seperti kalimah zikir di atas. Mudah, tapi besar ganjarannya.

Dalam Riwayat Sahih Muslim
"Subhaanallahi wabihamdihi, 'adada khalqihi, wa ridhaa nafsihi, wadzinata 'arsyihi, wa midaada kalimaatihi"

Maha Suci Allah, aku memuji-Nya sebanyak makhluk-Nya, sejauh keredaan-Nya, seberat timbangan 'Arasy-Nya dan sebanyak tinta tulisan kalimat-Nya.

         Dari Juwairiyah binti Al Harits isteri Nabi SAW r.a., katanya Nabi SAW keluar dari rumahnya pagi-pagi setelah selesai solat Subuh, dan Juwairiyah masih berada di tempatnya solat. Setelah waktu Dhuha Rasulullah SAW pulang sedangkan Juwairiyah masih duduk di tempatnya semula. Rasulullah bertanya kepadanya, “Apakah engkau senan tiasa duduk (berzikir) seperti itu sejak kutinggalkan tadi?” Jawab Juwairiyah, “Betul, ya Rasulullah!” Sabda Nabi SAW, “Aku hanya mengucapkan empat kalimat sebanyak tiga kali semenjak itu, yang kalau ditimbang dengan apa yang kau baca dalam zikirmu sejak tadi, nescaya sama berat. Kalimat itu ialah: ‘Subhanallahi wa bihamdihi 'adada khalqihi, wa ridha nafsihi, wa zinata arsyihi wa midadi kalimaatihi.’” (Sahih Muslim Bab - Zikir, Doa, Taubat , Istighfar No Hadis – 2348)

Dikutip dari buku : Metode Menyambut Maut Khusnul Khatimah
 

0 komentar: