Minggu, 18 Januari 2015

Orang tua dan Kenakalan Remaja



ORANG TUA DAN KENAKALAN REMAJA


            Menghadapi era yang semakin maju ini apa lagi didukung dengan zaman globalisasi banyak sekali budaya yang masuk, salah satu dampaknya ialah kenakalan remaja. Kenakalan remaja ialah salah satu bentuk penyimpangan yang dilakukan seorang remaja yang merupakan wujud dari konflik-konflik yang tidak terselesaikan dengan baik pada masa kanak-kanak maupun remaja para pelakunya. Fenomena ini memang sudah ada sejak lama. Sambung menyambung dari waktu ke waktu, dari masa ke masa, dari tahun ke tahun dan bahkan dari hari ke hari semakin rumit. 


            Banyak yang berpendapat bahwa penyebab terbesar adanya fenomena kenakalan remaja ialah salahnya si anak dalam memilih pergaulan. Padahal tak hanya masalah pergaulan saja, dengan semakin majunya teknologi juga sangat membuka peluang bagi fenomena ini, selain itu peran orangtua adalah tombak utama terhadap perkembangan anak.

            Dalam beberapa kasus kenakalan remaja yang sering terjadi adalah akibat kurangnya wadah anak untuk mengekspresikan diri serta kurangnya filter anak terhadap perkembangan zaman dan kurangnya perhatian khususnya orangtua. Masa remaja merupakan masa yang sangat labil, dimana tingkat emosionalitasnya sangat tinggi, dimasa inilah seorang remaja seharusnya mendapatkan perhatian yang lebih dari berbagai pihak terutama orang tua. Yang dimaksud “perhatian” ini bermaksud sebagai sahabat, dimana seorang remaja membutuhkan teman dekat untuk berbagi serta sebagia pemantau dan pengerem perilaku remaja yang mulai menyimpang. Filter terhadap hubungan sosial juga sangat berpengaruh, usia remaja adalah masa pencarian jati diri dimana sikap coba-coba sangat dominan. Jadi apabila sampai salah memilih pergaulan bisa saja menjadika remaja terbelenggu dalam pergaulan yang negatif.

            Kenakalan remaja secara psikologis bisa saja dari akibat dimana si remaja atau saat masa kanak-kanaknya merasa tertekan, depresi, trauma atau lingkungannya yang tidak medukung. Sikap orangtua yang terlalu keras menjadikan anak merasa tertekan bahkan bisa sampai trauma menjadikan anak berpotensi untuk membangkang,  serta lingkungan yang tidak mendukung menjadikan anak akan bersikap keras dan bisa saja mencari kebebasan sebagai pelampiasannya.

            Lalu siapakah yang salah? Dalam konteks ini  peran orangtualah yang menjadi dominan. Orangtua sebagai guru pertama yang menjadi contoh dan panutan bagi anak. Jadi seharusnya pertanyaan pertama saat ada masalah kenakalan remaja ialah, bagaimana keadaan dirumahnya? Karena sejak kecil orangtualah yang menjadi contoh bagi anak. 

Anak nakal bisa saja karena orang tua yang sibuk dengan urusannya sendiri tidak punya waktu untuk keluarga serta terlalu memberikan kebebasan bagi anak sehingga anak memiliki banyak celah untuk melakukan sesuatu sesuai keinginannya. Selain itu permasalahan dalam keluarga seperti kekerasan dalam rumah tangga, perceraian bahkan perebutan harta warisan juga sangat berpengaruh bagi anak terutama diusia remaja. Jadi jangan salahkan anak secara penuh apabila melakukan penyimpangan karena salah orangtua juga yang kurang perhatian dan memberikan contoh yang tidak baik sehingga anak jadi menirunya. 

Keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan anak terutama usia remaja karena pendidikan karakter pertama yang diterima anak adalah dari keluarga khususnya orang tua

Artikel ini mengajak bagi para orangtua untuk bersikap lebih terbuka terhadap anak, tak selamanya anak selalu bisa disalahkan secara penuh terhadap kesalahannya. Peran orang tua sangat dibutuhkan oleh anak apalagi yang menginjak remaja, orangtua tidak egois dengan permasalahannya sendiri dan tidakpula menjadi penjara bagi anak dalam bersosialisasi, melainkan ibarat menjadi nahkoda dimana membiarkan kapalnya berlayar mengikuti arah angin dan mengerem atau mengganti haluan apabila didepan kapalnya ada pertanda bahaya. Sehingga tidak ada istilah fenomena kenakalan remaja.

0 komentar: