ORANG TUA
DAN KENAKALAN REMAJA
Menghadapi era yang semakin maju ini apa lagi didukung
dengan zaman globalisasi banyak sekali budaya yang masuk, salah satu dampaknya
ialah kenakalan remaja. Kenakalan remaja ialah salah satu bentuk penyimpangan
yang dilakukan seorang remaja yang merupakan wujud dari konflik-konflik yang
tidak terselesaikan dengan baik pada masa kanak-kanak maupun remaja para
pelakunya. Fenomena ini memang sudah ada sejak lama. Sambung menyambung dari
waktu ke waktu, dari masa ke masa, dari tahun ke tahun dan bahkan dari hari ke
hari semakin rumit.
Banyak yang berpendapat bahwa penyebab terbesar adanya
fenomena kenakalan remaja ialah salahnya si anak dalam memilih pergaulan.
Padahal tak hanya masalah pergaulan saja, dengan semakin majunya teknologi juga
sangat membuka peluang bagi fenomena ini, selain itu peran orangtua adalah
tombak utama terhadap perkembangan anak.
Dalam beberapa kasus kenakalan remaja yang sering terjadi
adalah akibat kurangnya wadah anak untuk mengekspresikan diri serta kurangnya
filter anak terhadap perkembangan zaman dan kurangnya perhatian khususnya
orangtua. Masa remaja merupakan masa yang sangat labil, dimana tingkat
emosionalitasnya sangat tinggi, dimasa inilah seorang remaja seharusnya
mendapatkan perhatian yang lebih dari berbagai pihak terutama orang tua. Yang
dimaksud “perhatian” ini bermaksud sebagai sahabat, dimana seorang remaja
membutuhkan teman dekat untuk berbagi serta sebagia pemantau dan pengerem
perilaku remaja yang mulai menyimpang. Filter terhadap hubungan sosial juga
sangat berpengaruh, usia remaja adalah masa pencarian jati diri dimana sikap
coba-coba sangat dominan. Jadi apabila sampai salah memilih pergaulan bisa saja
menjadika remaja terbelenggu dalam pergaulan yang negatif.
Kenakalan remaja secara psikologis bisa saja dari akibat
dimana si remaja atau saat masa kanak-kanaknya merasa tertekan, depresi, trauma
atau lingkungannya yang tidak medukung. Sikap orangtua yang terlalu keras menjadikan
anak merasa tertekan bahkan bisa sampai trauma menjadikan anak berpotensi untuk
membangkang, serta lingkungan yang tidak
mendukung menjadikan anak akan bersikap keras dan bisa saja mencari kebebasan
sebagai pelampiasannya.
Lalu siapakah yang salah? Dalam konteks ini peran orangtualah yang menjadi dominan.
Orangtua sebagai guru pertama yang menjadi contoh dan panutan bagi anak. Jadi seharusnya
pertanyaan pertama saat ada masalah kenakalan remaja ialah, bagaimana keadaan
dirumahnya? Karena sejak kecil orangtualah yang menjadi contoh bagi anak.
Anak
nakal bisa saja karena orang tua yang sibuk dengan urusannya sendiri tidak
punya waktu untuk keluarga serta terlalu memberikan kebebasan bagi anak
sehingga anak memiliki banyak celah untuk melakukan sesuatu sesuai
keinginannya. Selain itu permasalahan dalam keluarga seperti kekerasan dalam
rumah tangga, perceraian bahkan perebutan harta warisan juga sangat berpengaruh
bagi anak terutama diusia remaja. Jadi jangan salahkan anak secara penuh
apabila melakukan penyimpangan karena salah orangtua juga yang kurang perhatian
dan memberikan contoh yang tidak baik sehingga anak jadi menirunya.
Keluarga
memiliki peran yang sangat penting dalam perkembangan anak terutama usia remaja
karena pendidikan karakter pertama yang diterima anak adalah dari keluarga
khususnya orang tua
Artikel
ini mengajak bagi para orangtua untuk bersikap lebih terbuka terhadap anak, tak
selamanya anak selalu bisa disalahkan secara penuh terhadap kesalahannya. Peran
orang tua sangat dibutuhkan oleh anak apalagi yang menginjak remaja, orangtua
tidak egois dengan permasalahannya sendiri dan tidakpula menjadi penjara bagi
anak dalam bersosialisasi, melainkan ibarat menjadi nahkoda dimana membiarkan
kapalnya berlayar mengikuti arah angin dan mengerem atau mengganti haluan apabila
didepan kapalnya ada pertanda bahaya. Sehingga tidak ada istilah fenomena
kenakalan remaja.
0 komentar:
Posting Komentar