Sabtu, 28 Februari 2015

Hafalan Sholat Delisa



movie review : HAFALAN SHALAT DELISA
BY : TERE LIYE


The tsunami disaster in Aceh on December 26, 2004, a family drama set in the back of one of the greatest tragedies of mankind nature has ever experienced was released in theaters many places in Indonesia. Titled memorize prayers Delisa, a novel titled the same as the work of Tere Liye. The story of the efforts of a child who survived the tsunami to continue his life, memorizing prayers Delisa recognized to have some moments that can make the audience were shocked and sympathize with all the trials through which the characters present in the story of this film.

Rabu, 18 Februari 2015

Makna Filosofi Tembang Cublak Cublak Suweng

 Makna Filosofi Tembang Cublak Cublak Suweng


cublak cublak suweng……
kata “cublak” adalah sebuah kata kebiasan atau idium yang digunakan untuk sebuah permainan saling tebak, sedang kata suweng artinya adalah hiasan telinga (bukan anting anting atau giwang)(ayo lah) bermain tebak tebakan (sebuah) informasi yang sangat penting”

Suwenge tinggelenter………..
Seperti diatas suweng artinya adalah sebuah informasi yang penting, tinggelenter artinya adalah banyak tersebar berserakan… jadi kalo digabungkan kedua kata tersebut ditemukan arti : “informasi penting (ini) (sebenarnya) tersebar disegala tempat.”

Filosofis Tembang Gundul Gundul Pacul



Makna dan Filosofis Lagu Gundul Gundul Pacul 

Bagi temen-temen yang berasal dari Jawa mungkin tidak asing lagi dengan lagu Gundul Gundul Pacul yang biasa kita nyanyikan sewaktu kita ngumpul-ngumpul dengan temen-temen baik di lingkungan rumah maupun disekolahan. Liriknya adalah demikian :
Gundul gundul pacul-cul,gembelengan…Nyunggi nyunggi wakul-kul,gembelengan…
Wakul ngglimpangsegane dadi sak latar…
Tembang Jawa ini diciptakan tahun 1400an oleh Sunan Kalijaga dan teman-temannya yang masih remaja dan mempunyai arti filosofis yg dalam dan sangat mulia.

Filosofi Tembang Lir Ilir



Lirik Lagu Lir-ilir
Lir-ilir, lir-ilir
Tandure wis sumilir
Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar
Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro
Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir
Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore
Mumpung padhang rembulane,
mumpung jembar kalangane
Yo surako… surak iyo…

Kamis, 12 Februari 2015

Valentine dalam Islam



VALENTINE DAY (HARI BERKASIH SAYANG)
Menurut pandangan Islam

Benarkah ia hanya kasih sayang belaka ?
 
Dan jika kamu menuruti kebanyakan orang-orang di muka bumi ini, nescaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Mereka tidak lain hanyalah mengikuti prasangka belaka, dan mereka tidak lain hanyalah berdusta (terhadap Allah).” (Surah Al-An’am : 116)
 
Hari 'kasih sayang' yang dirayakan oleh orang-orang Barat pada tahun-tahun terakhir disebut 'Valentine Day' amat popular dan merebak di pelusuk Indonesia bahkan di Malaysia juga.

Kamis, 05 Februari 2015

Gejolak Perang Dingin



Gejolak Perang Dingin
Oleh : Alfi Nur Rohmah


1947-1991 merupakan waktu yang cukup panjang antara Amerika (blok barat dan para sekutunya)  dan Uni Soviet (blok timur dan para sekutunya). Dua negara besar yang sebelumnya menjadi kawan dan pemenang di pihak sekutu dalam Perang Dunia II. Berbalik menjadi saling menyerang. “Perang Dingin” itu adalah istilah yang dikatakan oleh Bernard Baruch dan Walter Lippman dari Amerika Serikat untuk menggambarkan hubungan yang terjadi di antara kedua negara adikuasa tersebut.

Review Love Story in Harvard





Novel Review: Love Story in Harvard
By: Jeon Wook



Love Story At Harvard is about the portrayal of the dream and love pursued by Korean students studying in Harvard. The drama demonstrates bright, hard-working, ambition, and romantic characters and story lines.

A young love story set at the famed Ivy League school in the United States. Kim Hyun Woo,a 1st year law student at Harvard Law, enters into a rivalry with classmate Hong Jung Min for the affections of beautiful medical student Lee Soo In. The two men are both from prestigious families, while Soo In is from a poor family.

Islam Abad Pertengahan


ISLAM ABAD PERTENGAHAN

Menurut beberapa sumber abad ke-17 dan ke-18 sering dipandang sebagai “abad kegelapan” sejarah Islam. Gambaran ini berpangkal pada perpecahan yang terjadi dalam pemerintahan kesultanan serta kemerosotan secara umum dunia Islam. Persepsi ini dipengaruhi oleh pengetahuan mengenai sebagian dari pengalaman Islam. Karena abad ke-19 merupakan periode hilangnya kekuasaan Islam dan mereka berada di bawah kekuasaan Pemerintah Kolonial Barat.