ISLAM ABAD PERTENGAHAN
Menurut beberapa sumber abad ke-17
dan ke-18 sering dipandang sebagai “abad kegelapan” sejarah Islam. Gambaran ini
berpangkal pada perpecahan yang terjadi dalam pemerintahan kesultanan serta
kemerosotan secara umum dunia Islam. Persepsi ini dipengaruhi oleh pengetahuan
mengenai sebagian dari pengalaman Islam. Karena abad ke-19 merupakan periode
hilangnya kekuasaan Islam dan mereka berada di bawah kekuasaan Pemerintah
Kolonial Barat.
Dalam tulisan yang singkat ini
penulis akan mengkaji mengenai gambaran singkat disintegrasi tersebut sebagai
salah satu faktor kemunduran/ kegelapan peradaban Islam pada abad ke-17 dan
ke-18, disamping faktor-faktor lain yang sangat berkaitan dengan kemunduran
itu. Fakta sejarah peradaban islam abad 17
dan 18. Setelah khilafah Abbasiyyah di Bagdad runtuh akibat serangan
tentara Mongol, kekuatan politik Islam mengalami kemunduran secara drastis.
Kemudian muncul dan berkembang tiga
kerajaan besar : Usmani di Turki, Mughol di India dan Syafawi di Persia.
Kerajaan Usmani, disamping yang pertama berdiri juga yang terbesar dan paling
lama bertahan dibandingkan dengan kerajaan lainnya.
KERAJAAN USMANI
Pendiri
kerajaan ini bernama Usmani, seorang bangsa Turki dari kabilah Oghuz. Ia
menyatakan diri sebagai Padisyah al Usmani (raja besar keluarga Usmani) pada
tahun 699 H (1300 M). Tahun 1312 M ia menyerang kota Broessa di Bizantium yang
kemudian dijadikan sebagai ibukota kerajaannya. Beberapa tahun kemudian Usmani
dapat menaklukkan sebagian benua Eropah seperti Azmir (Smirna) tahun 1327,
Thawasyanli tahun 1330, Uskandar tahun 1338, Ankara tahun 1354, dan Gallipoli
tahun 1356.
Pada
masa Sultan Murad I (1359-1389) Usmani dapat menguasai Adrianopel yang kemudian
dijadikan ibukotanya yang baru, lalu mulai menaklukkan kerajaan yang lain. Lalu
berlanjutlah pemerintahan oleh Sultan Bayazid I (1389-1403 M), pengganti Murad
I, dapat menghancurkan pasukan sekutu Kristen Eropah tersebut. Hanya sayang
Sultan Bayazid I ini dapat dikalahkan oleh serangan tentara Timur Lenk dalam
pertempuran di Ankara tahun 1402 dan dia sendiri ditawan musuh.
Selama
kurang lebih 9 abad kerajan Usamani berdiri, tetapi kemudian hancur juga
disebabkan oleh beberapa faktor antara lain:
- Budaya pungli Setiap jabatan yang hendak diraih oleh
seseorang harus “dibayar” dengansogokan kepada orang yang berhak
memberikan jabatan tersebut, sehinggamenyebabkan dekadensi moral dan
kondisi para pejabat semakin rapuh.
- Pemberontakan tentara JenissariKemajuan ekspansi
kerajan Usmani adalah juga karena peranan yang besar dari tentara
Jenissari. Maka dapat dibayangkan kalau tentara Jenissari itu sendiri
akhirnya memberontak kepada pemerintah.
- Kemorosotan ekonomiIni disebabkan perang yang
berkepanjangan, menghabiskan uang dan perekonomian Negara merosot,
sementara belanja Negara sangat besar, termasuk untuk biaya perang.
- Wilayah kekuasaan yang sangat luasTerlalu luasnya
wilayah kekuasaan Usmani sangat sulit untuk dikontrol.Dipihak lain, para
penguasa sangat berambisi menguasai wilayah yang sangat luas, sehinga
mereka terlibat perang terus menerus dengan berbagai bangsa. Hal ini
tentu menyedot banyak potensi yang seharusnya dapat digunakan untuk
membangun Negara.
- E. Kelemahan penguasaSepeninggal Sulaimanal al-Qanuni, kerajaan Usmani diperintah oleh Sultan–sultan yang lemah terutama dalam bidang kepemimpinan. Akhirnya pemerintahan menjadi kacau.
- KERAJAAN SAFAWI DI PERSIA
- Cikal bakal kerajaan ini sebenarnya berasal dari perkumpulan pengajian tasauf tarekat safawiyah yang berpusat di kota Ardabil, Azerbaijan. Nama Safawiyah diambil dari nama pendirinya Safi al-Din, seorang keturunan imam Syi’ah yang ke enam, Musa al Kazhim. Kerajaan ini dapat dianggap sebagai peletak pertama dasar terbentuknya Negara Iran dewasa ini.Banyak dari raja Sawawi ini mempunyai perilaku yang buruk yang menjaddi salah satu factor runtuhnya kerajaan ini, Abbas II adalah raja yang suka mabuk minuman keras. Sulaiman selain pecandu narkotika juga menyenangi kehidupan malam beserta harem herem nya.Sedangkan Husein adalah seorang raja yang sangat diskriminatif, terlalu berpihak kepada kaum Syi’ah dan Kejam terhadap penganut Sunni.Itulah antara lain yang menjadi faktor keruntuhan Kerajaan safawi.Faktor lain adalah konplik yang berkepanjangan dengan kerajaan Usmani, dekadensi moral dikalangan pembesar-pembesart kerajaan, dan juga konplik interen di kalangan mereka dalam rangka memperebutkan kekuasaan.KERAJAN MUGHAL DI INDIAKerajaan Mughal letaknya di India dan Delhi sebagai Ibukotanya. Berdiri seperempat abad sesudah berdirinya kerajaan safawi. Didirikan oleh Zahiruddin Babur (1482-1530 M), salahsatu dari cucu Timur Lenk. Ia bertekad ingin menguasai Samarkhan yang menjadi kota penting di Asia Tengah pada masa itu.Kerajaan Mughal mempunyai raja-raja yang kuat, tetapi sesudah Aurangzeb, sultan sultan yang memimin lemah dalam mempertahankan kelanjutan kerajaan MughalBeberapa kemajuan kerajaan Mughal antara lain dalam bidang pertanian, yaitu berupa biji-bijian, padi, kacang, tebu, sayuran, rempah-rempah, tembakau, kapas, nila dan bahan-bahan celupan.Hasil karya seni kerajaan Mughal yang masih dapat dinikmati sampai saat ini adalah karya-karya arsitektur yang indah dan mengagumkan misalnya bangunan Masjid berlapiskan mutiara, dan Tajmahal di Agra, Mesjid Raya Delhi dan Istana indah di Lahore.Selain kemajuan-kemajuan yang dicapai oleh kerajaan Mughal, ada beberapa faktor kelemahannya yang menyebabkan kehancurannya pada tahun1858 antara lain:· Terjadi stagnasi dalam pembinaan kemiliteran sehingga tidak bisa memantaugerak langkah tentara Inggris di wilayah-wilayah pantai. Begitu pula kekuatanpasukan daratnya semakin kurang handal, teruatama dalam mengoperasikapersenjataan buatannya sendiri.· Dekadensi moral dan hidup mewah di kalangan pembesar kerajaan yangmengakibatkan pemborosan dalam penggunaan uang.· Terlampau kasarnya sikap Aurangzeb dalam melaksanakan ide-idenya yangmenyebabkan terjadinya konplik antara agama, misalnya aliran Syikh, Syi’ahdan sunni.· Semua pewaris tahta kerajaan pada paro terakhir kekuasaan Mughal adalahorang-orang yang lemah dalam bidang kepemimpinan
0 komentar:
Posting Komentar