Tampilkan postingan dengan label Tembang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tembang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Februari 2015

Makna Filosofi Tembang Cublak Cublak Suweng

 Makna Filosofi Tembang Cublak Cublak Suweng


cublak cublak suweng……
kata “cublak” adalah sebuah kata kebiasan atau idium yang digunakan untuk sebuah permainan saling tebak, sedang kata suweng artinya adalah hiasan telinga (bukan anting anting atau giwang)(ayo lah) bermain tebak tebakan (sebuah) informasi yang sangat penting”

Suwenge tinggelenter………..
Seperti diatas suweng artinya adalah sebuah informasi yang penting, tinggelenter artinya adalah banyak tersebar berserakan… jadi kalo digabungkan kedua kata tersebut ditemukan arti : “informasi penting (ini) (sebenarnya) tersebar disegala tempat.”

Filosofis Tembang Gundul Gundul Pacul



Makna dan Filosofis Lagu Gundul Gundul Pacul 

Bagi temen-temen yang berasal dari Jawa mungkin tidak asing lagi dengan lagu Gundul Gundul Pacul yang biasa kita nyanyikan sewaktu kita ngumpul-ngumpul dengan temen-temen baik di lingkungan rumah maupun disekolahan. Liriknya adalah demikian :
Gundul gundul pacul-cul,gembelengan…Nyunggi nyunggi wakul-kul,gembelengan…
Wakul ngglimpangsegane dadi sak latar…
Tembang Jawa ini diciptakan tahun 1400an oleh Sunan Kalijaga dan teman-temannya yang masih remaja dan mempunyai arti filosofis yg dalam dan sangat mulia.

Filosofi Tembang Lir Ilir



Lirik Lagu Lir-ilir
Lir-ilir, lir-ilir
Tandure wis sumilir
Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar
Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi
Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro
Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir
Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore
Mumpung padhang rembulane,
mumpung jembar kalangane
Yo surako… surak iyo…